Tahun Baru, Pemimpin Baru, Harapan Baru 02 Januari 2012 oleh Admin
Tahun 2011 telah terlewati, kalender telah berganti menjadi 2012. Begitu pula dengan kepemimpinan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo. Tahun 2011 banyak hal yang telah dilewati untuk membangun dan menentukan masa depan bersama, merangkai harapan baru. Kita telah melewati tahun 2011 dengan perasaan sedih, kecewa, bahagia, bangga, dan bahkan telah membuat kita mesti terbahak-bahak walau tak lucu. Pergantian kepemimpinan adalah sesuatu yang tak terelakkan. Sesuatu yang dimungkinkan dalam kerangka demokrasi prosedural. Bergantinya tahun adalah sesuatu yang alamiah, sering terulang dan bahkan hanya berlangsung beberapa detik. Tradisi pergantian telah menjadi perhelatan penting dalam setiap bangsa, yang pada intinya ingin berubah ataupun berniat lebih baik. . Selengkapnya.. | | |
BAGAIMANA PERTANIAN DI NEGERI KINCIR ANGIN? 18 November 2011 oleh Ummah
Sejenak, istirahatkan pikiran anda dari persoalan pertanian di Indonesia, dan marilah kita beralih melihat situasi pertanian di negeri kincir angin, yakin Belanda. Semoga dengan melihat situasi pertanian di negeri Belanda, kita mempunyai inspirasi dan motivasi yang lebih dalam perbaikan pertanian tanah air kita.. Selengkapnya..
| | |
BISNIS TANAMAN HIAS 17 November 2011 oleh Ummah
Hampir semua kaum wanita menyukai tanaman hias, bahkan banyak juga kaum pria yang menyukai jenis tanaman hias. Bagaimana tidak, tanaman hias kerap menghiasi tempat tinggal kita, sehingga rumah tampak lebih indah dan segar. Maraknya tanaman hias inilah yang membuat orang tertarik dijadikan bisnis.. Selengkapnya.. | | |
MARI MENENGOK PERTANIAN ORGANIK DI JEPANG 15 November 2011 oleh Ummah
Jepang, walaupun dikenal sebagai negara yang maju dan modern dalam segala hal bidang kehidupannya, juga menyimpan nuansa tradisional, jika anda keluar dari ibukota Tokyo yang sangat padat dan menuju ke kota Fakuoka, ladang padi yang damai terselip di antara rumah dan candi. Keluarga di sana menanam buah dan sayuran dalam siklus tahunan, untuk memproduksi bahan pangan bagi kota berpenduduk 1,3 juta ini. Daerah Fakuoka ini adalah daerah suburban, di mana pertanian lokal jauh lebih banyak, konsumen di sana sering kali mendapatkan satyran yang baru dipetik tadi pagi untuk makan malam, sehingga sayuran yang dimakan adalah sayuran yang masih segar, dan pastinya gizinya pun lebih baik.. Selengkapnya.. | | |
Simposium Nasional Tentang Ganoderma Bahas Dua Potensi Ganoderma Bagi Pertanian Indonesia 15 November 2011 oleh Sekretariat Jendral, Ragunan.
. Selengkapnya.. | | |
Hari Pangan Sedunia 2011, Bone Bolango, Gorontalo 25 Oktober 2011 oleh Admin
Hari Pangan Sedunia (HPS) diadakan di Bone Bolango, pada Hari kamis 20 Oktober 2011, Wakil Presiden Boediono meresmikan
puncak peringatan Hari Pangan Dunia 2011 di Lapangan Badan Pusat Informasi
Jagung (BPIJ), Gorontalo.. Selengkapnya.. | | |
Pengalaman Prajabatan akan segera hadir 07 Oktober 2011 oleh Ummah
Diklat Prajabatan akan segera dimulai pada tanggal 10 Oktober sampai dengan 2 November 2011 untuk golongan III. Bagaimana, kesan dan pesan para peserta??? tunggu cerita menariknya...! :) . Selengkapnya.. | | |
TIPS ON CARING FOR FLOWERS IN POTS AND VASES 06 Oktober 2011 oleh Ummah
Fresh flowers can grow if we are diligent in maintaining it. This treatment does not just doused with water alone but requires more maintenance if want to keep blossoming flowers, beautiful and not wilted. Here are ways to take care of fresh flowers:. Selengkapnya.. | | |
PERINGATAN HARI PANGAN SEDUNIA (HPS) KE-XXXI MANFAAT BESAR BAGI GORONTALO SERTA MENJAGA STABILITAS HARGA DAN AKSES PANGAN 30 September 2011 oleh WULAN
Hari ini tanggal 30 September 2011, tepatnya kurang lebih 20 hari lagi peringatan puncak Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-XXXI tahun 2011 akan digelar dan berpusat di Kantor Badan Pusat Informasi Jagung (BPIJ) Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Pelaksanaan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXXI yang dipusatkan di Provinsi Gorontalo bukan ajang hura-hura. Peringatan HPS memberikan dampak yang besar bagi Provinsi Gorontalo, baik terhadap ekonomi masyarakat maupun pembangunan pertanian."Penetapan Gorontalo sebagai tempat pelaksanaan HPS XXXI karena Gorontalo dinilai berhasil dalam pembangunan pertanian khususnya sebagai sentra produksi jagung nasional serta ikut berkonstribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, " ungkap Ketua Pelaksana Harian Peringatan HPS ke-XXXI Tahun 2011 tingkat nasional yang sekaligus sebagai Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini. Adapun manfaat langsung yang diperoleh oleh Gorontalo sebagai tuan rumah antara lain dialokasikannya bantuan program Gerakan Peningkatan Produksi Pertanian berbasis Koorporasi (GP3K). Yakni paket program bantuan lengkap berupa sarana dan biaya produksi seluas 25 ribu hektar dari 50 ribu hektar yang dialokasikan di seluruh provinsi. "Selain itu total peserta yang hadir dari seluruh Provinsi sekitar 5 ribu orang, bila masing-masing membelanjakan uangnya sebesar RP. 3 juta untuk biaya hotel, transportasi, makan, dan souvenir selama HPS, maka total uang yang berputar di masyarakat sekitar RP. 15 Miliar, termasuk UMKM yang ada di Gorontalo.
Menurut Ketua Pelaksana Harian Peringatan HPS ke-XXXI Tahun 2011 tingkat nasional Banun Harpini mengatakan FAO telah menetapkan tema internasional peringatan HPS Tahun 2011 adalah "Food Prices From Crisis To Stability". Tema tersebut dipilih dengan mempertimbangkan dinamika yang muncul akhir-akhir ini, yaitu terjadinya krisis finansial di Amerika Serikat yang dampaknya dirasakan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada situasi dan kondisi pangan hampir di seluruh dunia, dan perubahan iklim global yang akan berdampak langsung pada produktivitas pangan dunia.
Tujuan umum dari penyelenggaraan peringatan HPS ke-XXXI pertama, meningkatnya kesadaran dan perhatian masyarakat internasional akan pentingnya penanganan masalah pangan baik ditingkat global, regional dan khususnya tingkat nasional; dan Kedua, memperkokoh solidaritas antar bangsa dalam usaha memberantas kekurangan pangan dan gizi yang masih dialami oleh sebagian penduduk dunia terutama di negara berkembang. Peringatan HPS ke-XXXI Tahun 2011, untuk tingkat nasional dilaksanakan dengan tujuan khusus, pertama, memperkuat kerja sama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif dengan melibatkan seluruh komponen pemerintahan dan masyarakat dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan nasional; dan Kedua, memotivasi stekholder ketahanan pangan untuk berpartisipasi aktif secara berkelanjutan dalam pembangunan ketahanan pangan serta mengkomunikasikan hasil-hasil pembangunan ketahanan pangan kepada masyarakat luas.
Semoga pelaksanaan peringatan Hari Pangan Sedunia yang akan digelar Tanggal 20 Bulan Oktober Tahun 2011 bisa berjalan dengan sukses dan dapat bermanfaat bagi Dunia khususnya Bidang Pertanian dan Provinsi Gorontalo.
. Selengkapnya.. | | |
Hasil Assement Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 BKP Kelas II Gorontalo 27 September 2011 oleh admin
Assessment ISO 9001:2008 Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 26 s.d 28 September 2011. Proses Audit dilakukan oleh Didit Abdurahman sebagai Lead Auditor dari PT. Mutuagung Lestari.. Selengkapnya.. | | |
Peresmian Gedung Kantor Baru dan SMS Center Balai Karantina kelas II Gorontalo 27 September 2011 oleh admin . Selengkapnya.. | | |
Gerakan Simpatik Perbatasan Darat 2011 Dalam Rangka Pencegahan Masuknya HPHK/OPTK di Gorontalo 25 Juli 2011 oleh hindar panguji
Gerakan Simpatik 2011 di Perbatasan Darat Antar Provinsi Gorontalo Dalam Rangka Pencegahan Masuknya HPHK/OPTK di Gorontalo . Selengkapnya.. | | |
Prajabatan Gol.III CPNS BKP Gorontalo Tahun 2011 06 Juli 2011 oleh Hikmawati
Prajabatan merupakan syarat untuk pengangkatan CPNS menjadi PNS. Untuk mewujudkan PNS yang memiliki kompetensi, salah satu cara yang ditempuh Pemerintah adalah dengan mengadakan diklat prajabatan bagi CPNS. Diklat prajabatan ini dilaksanakan di PPMKP Ciawi Bogor Jl.Raya Puncak Komplek Bumi Jawa Barat. Prajabatan ini tidak hanya diikuti oleh Lingkup Kementerian Pertanian tapi juga diikuti oleh lingkup Non Kementerian Pertanian (LKPP dan KPDT). Peserta diklat prajabatan gol III CPNS BKP Gorontalo yaitu : Drh. Dewi Cahyaningtiyas, A.Asliah S.P dan Hikmawati S.P. ketiga peserta ini telah mengikuti diklat prajabatan mulai tanggal 23 Mei sampai tanggal 15 Juni 2011 dan dinyatakan lulus. Dua diantaranya dinyatakan lulus “baik sekali” dan satu orang hanya mendapatkan predikat “baik”, meskipun demikian diklat prajabatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS, mampu Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa serta Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman, dan pemberdayaan masyarakat demi terwujudnya kepemerintahan yang baik.. Selengkapnya.. | | |
Kunjungan Ke Panti Jompo Ilomata Keluarga Besar BKP Kelas II Gorontalo 21 Juni 2011 oleh hindar panguji
Dalam rangkaian kegiatan bulan bakti karantina pertanian tahun 2011 maka pada hari Senin tanggal 20 Juni 2011, Kepala sub bagian tata usaha yang mewakili Kepala BKP Kelas II Gorontalo beserta staff melakukan kunjungan ke Panti Jompo Ilomata yang terletak di jalan Andalas Kota Gorontalo.. Selengkapnya.. | | |
PENERIMAAN CPNS TAHUN 2010 DI UPT BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II GORONTALO 20 Mei 2011 oleh WULAN
Berdasarkan Keputusan Sekretaris Badan Per Tanggal 11 April 2011, CPNS Baru Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo berjumlah 9 orang yang terdiri dari : 1 (satu) orang dokter hewan, 2 (dua) orang calon POPT Ahli, 5 (lima) orang calon paramedik veteriner, dan 1 (satu) orang calon verifikator keuangan.. Selengkapnya.. | | |
SOSIALISASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001;2008 04 Mei 2011 oleh WULAN
 Gorontalo, Senin 2 Mei 2011 bertempat di Ruang Rapat Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo mengadakan sosialisasi sistem manajemen mutu (SMM) ISO 9001;2008. Kegiatan ini diadakan dalam rangka pelaksanaan sertifikasi SMM di Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh staff Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo. Acara sosialisasi ini diadakan dengan narasumber Bapak Irham, S.Pi. M.Si dari PT.Bumi Hijau Cemerlang. . Selengkapnya..
| | |
Orientasi CPNS 2011 25 April 2011 oleh Ana
. Selengkapnya..
| | |
SPESIES BARU PADA TANAMAN PADI DI SULAWESI UTARA DAN SULAWESI SELATAN 13 April 2011 oleh WULAN
Terdapat dua (2) jenis OPTK spesies baru pada tanaman padi di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan yaitu :. Selengkapnya.. | | |
Jenjang Jabatan Fungsional Petugas Pengendali Organisme Penggangu Tumbuhan (POPT) 31 Maret 2011 oleh Admin
Jabatan POPT Ahli dibagi dalam 4 jenjang yaitu: - Jenjang Utama yaitu jenjang jabatan keahlian yang tugas dan fungsi utamanya bersifat strategis nasional, yang kualifikasinya tingkat profesional tertinggi ( Golongan IV/d s/d IV/e).
- Jenjang Madya yaitu jenjang jabatan keahlian yang tugas dan fungsi utamanya bersifat strategis sektoral, yang kualifikasinya tingkat profesional tingkat tinggi ( Golongan IV/a s/d IV/c).
- Jenjang Muda yaitu jenjang jabatan keahlian yang tugas dan fungsi utamanya bersifat taktis operasional, yang kualifikasinya tingkat profesional tingkat lanjutan ( Golongan III/c s/d III/d).
- Jenjang Pertama yaitu jenjang jabatan keahlian yang tugas dan fungsi utamanya bersifat operasional, yang kualifikasinya tingkat profesional tingkat dasar( Golongan III/a s/d III/b)
Jabatan POPT Terampil yaitu:
. Selengkapnya.. | | |
PERTEMUAN TIM KERJASAMA PENGAWASAN LALULINTAS KOMODITAS HEWAN DAN TUMBUHAN 31 Maret 2011 oleh WULAN
Dalam pelaksanaan tugas Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo untuk mencegah HPHK dan OPTK masuk ke wilayah Gorontalo maka dibentuklah Tim Kerjasama Pengawasan LaluLintas Komoditas Hewan dan Tumbuhan.Tepat pada hari Rabu Tanggal 30 Maret 2011 bertempat di Rumah Makan Bakso Iga Sapi Jl.Agus Salim diadakan pertemuan Tim Kerjasama Pengawasan LaluLintas Komoditas Hewan dan Tumbuhan. Tim Kerjasama Pengawasan LaluLintas Komoditas Hewan dan Tumbuhan ini terdiri dari instansi ADPEL, KP3, POLAIRUT, Pelabuhan Penyeberangan, Kepala Seksi Karantina Hewan, Kepala Seksi Karantina Tumbuhan, dan masing-masing penanggung jawab wilker Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo.. Selengkapnya.. | | |
Golongan / Pangkat Pegawai Negeri Sipil 31 Maret 2011 oleh Teguh
Golongan Ia = Pangkat Juru Muda Golongan Ib = Pangkat Juru Muda Tingkat 1 Golongan Ic = Pangkat Juru Golongan Id = Pangkat Juru Tingkat 1. Selengkapnya.. | | |
Data Lalu Lintas Komoditi Karantina Tumbuhan Tahun 2009 01 Pebruari 2011 oleh Admin
. Selengkapnya..
| | |
Simulasi System Information of Laboratory 31 Januari 2011 oleh Ana dan Teguh
Optimalisasi pelayanan perkarantinaan terus dilakukan dengan tujuan untuk memaksimalkan peran karantina dalam melindungi sumber daya alam hayati serta pelayan masyarakat. Salah satu upayanya yaitu dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam perbagai aspek pelayanan, termasuk di dalamnya yaitu pelayanan laboratorium. Oleh karena itu, di Laboratorium Karantina Tumbuhan dilaksanakan simulasi penggunaan aplikasi laboratoratorium yaitu Pest - System Information of Laboratory (pest-silat). Aplikasi ini dibuat oleh POPT Ahli Laboratorium yang merupakan aplikasi berbasis web, sehingga dapat digunakan di banyak platform.. Selengkapnya.. | | |
Pelaksanaan Apel Pagi Lingkup BKP Kelas II Gorontalo 31 Januari 2011 oleh ana
Dalam rangka peningkatan kinerja dan kedisiplinan pegawai BKP Kelas II Gorontalo, maka pada hari ini senin tanggal 31 Januari 2011 untuk kesekian kalinya dilaksanakan apel pagi. Apel pagi ini diikuti oleh seluruh pegawai BKP Kelas II Gorontalo. Dalam kesempatan ini yang bertindak sebagai pimpinan apel Kepala Tata Usaha, Bapak Hilarius,S.Sos. Dalam arahannya disampaikan agar petugas karantina memberikan pelayanan seoptimal mungkin kepada pengguna jasa. Pada kesempatan ini juga dilakukan "Progress Report" mingguan dari masing-masing bagian dan juga dari wilayah kerja. Selain itu juga disampaikan permasalahan yang mungkin ada selama pelaksanaan kegiatan selama satu minggu tersebut, sehingga dapat segera dilakukan evaluasi.. Selengkapnya.. | | |
Coffee Morning dan Rapat Koordinasi Lingkup Pelabuhan laut Gorontalo 28 Januari 2011 oleh Admin
Dalam melaksanakan tugas perkarantinaan, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo menyadari akan pentingnya koordinasi dengan instansi terkait dan stake holder. Bertempat di Samudra Indah Pelabuhan Laut Gorontalo, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo mengadakan kegiatan Rapat Koordinasi dengan judul “Coffee Morning dan Rapat Koordinasi”, pada tanggal 08 Desember 2010.|Dalam melaksanakan tugas perkarantinaan, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo menyadari akan pentingnya koordinasi dengan Instansi terkait dan stake holder. Bertempat di Samudra Indah Pelabuhan Laut Gorontalo, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo mengadakan kegiatan Rapat Koordinasi dengan judul “Coffee Morning dan Rapat Koordinasi”, pada tanggal 08 Desember 2010.. Selengkapnya.. | | |
Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Karantina Hewan 28 Januari 2011 oleh Admin
Bertempat di Ruang Pertemuan Hotel Santika-Semarang Pusat Karantina Hewan mengadakan kegiatan Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknik Karantina Hewan. Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Karantina Hewan dan dilaksanakan selama 3 hari (10-12 Oktober 2010).|Bertempat di Ruang Pertemuan Hotel Santika-Semarang Pusat Karantina Hewan mengadakan kegiatan Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknik Karantina Hewan. Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Karantina Hewan dan dilaksanakan selama 3 hari (10-12 Oktober 2010).. Selengkapnya.. | | |
Update Analisis Data, Workshop dan Apresiasi Karantina Hewan 28 Januari 2011 oleh Admin
Tanggal 30 September 2010, bertempat di Ruang Meeting Hotel Sahid Bandar Lampung, Pusat Karantina Hewan dengan dipimpin secara langsung oleh kepala pusat karantina hewan (drh. Mulyanto MM) menyelenggarakan pembukaan kegiatan yang diadakan oleh ketiga bidang dibawah koordinasinya secara serentak.|Tanggal 30 September 2010, bertempat di Ruang Meeting Hotel Sahid Bandar Lampung, Pusat Karantina Hewan dengan dipimpin secara langsung oleh kepala pusat karantina hewan (drh. Mulyanto MM) menyelenggarakan pembukaan kegiatan yang diadakan oleh ketiga bidang dibawah koordinasinya secara serentak.. Selengkapnya.. | | |
Halal Bihalal BKP Kelas II Gorontalo 28 Januari 2011 oleh Admin
Sedikitnya 60 peserta terdiri dari pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo beserta keluarga dan para tamu undangan di lingkungan Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo melaksanakan halal bihalal, Kamis (16/9/2010).|Sedikitnya 60 peserta terdiri dari pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo beserta keluarga dan para tamu undangan di lingkungan Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo melaksanakan halal bihalal, Kamis (16/9/2010).. Selengkapnya.. | | |
Apresiasi Pengelolaan Website 28 Januari 2011 oleh Admin
Pengembangan website merupakan salah satu cara bagi pemerintahan untuk mewujudkan sebuah pemerintahan yang bersifat good governance. Menyadari akan hal tersebut, pada tanggal 08-10 Agustus 2010 dengan bertempat di Puri Avia Resort, Puncak, Bidang Informasi Perkarantinaan, yang merupakan bagian dari Pusat Informasi dan Keamanan Hayati - Badan Karantina Pertanian telah mengadakan kegiatan Apresiasi Pengelolaan Website.|Pengembangan website merupakan salah satu cara bagi pemerintahan untuk mewujudkan sebuah pemerintahan yang bersifat good governance. Menyadari akan hal tersebut, pada tanggal 08-10 Agustus 2010 dengan bertempat di Puri Avia Resort, Puncak, Bidang Informasi Perkarantinaan, yang merupakan bagian dari Pusat Informasi dan Keamanan Hayati - Badan Karantina Pertanian telah mengadakan kegiatan Apresiasi Pengelolaan Website.. Selengkapnya.. | | |
Bulan Bakti karantina Pertanian 2010 28 Januari 2011 oleh Admin
Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo sebagai Unit Pelaksana Teknis Barantan di Provinsi Gorontalo memiliki tanggung jawab terhadap cegah tangkal Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPTK) yang masuk, tersebar dan keluar dari Provinsi Gorontalo melalui pintu pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan. Bulan akti Karantina Pertanian|Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo sebagai Unit Pelaksana Teknis Barantan di Provinsi Gorontalo memiliki tanggung jawab terhadap cegah tangkal Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPTK) yang masuk, tersebar dan keluar dari Provinsi Gorontalo melalui pintu pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan. Bulan akti Karantina Pertanian merupakan momentum kampanye public awareness perkarantinaan yang dapat di gunakan untuk mengarahkan, mendorong dan menggerakkan masyarakat dalam pelaksanaan perkarantinaan melalui kegiatan yang berhasil dan berdayaguna.Rangkaian kegiatan Bulan Bakti Karantina Pertanian 2010 berlangsung sejak tanggal 8 juni hingga 8 Juli 2010
Secara umum cakupan program kegiatan Bulan Bakti Karantina Pertanian tahun 2010 di Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo meliputi beberapa hal antara lain : 1. Karantina Pertanian Peduli berupa kunjungan ke Panti Asuhan; 2. Karantina Pertanian Peduli berupa kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis Hewan; 3. Pemasangan spanduk berukuran 5 x 1.5 meter di 5 titik lokasi. 4. Kegiatan lain yang mendukung ; Pembagian stiker dan leaflet di entry/exit point kepada calon penumpang/penumpang dan penempelasn stiker terhadap media/kemasan media pembawa yang akan di lalulintaskan. 5. Gerakan Simpatik berupa pembagian souvenir, kaos, leaflet dan jam dinding kepada pengguna jasa dan masyarakat umum. 6. Kerja Bakti ke semua kantor wilker dan kantor balai. 7. Sosialisasi PPK online door to door ke pengguna Jasa. 8. Jalan santai bersama.. Selengkapnya.. | | |
Rumusan Hasil Rapat Koordinasi Penyakit Hewan Menular 28 Januari 2011 oleh Admin
Pada tanggal 16 Juni 2010 di Hotel Grand City/Gorontalo, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Gorontalo mengadakan kegiatan rapat koordinasi Penyakit Hewan Menular (PHM) Provinsi Gorontalo|Pada tanggal 16 Juni 2010 di Hotel Grand City/Gorontalo, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Gorontalo mengadakan kegiatan rapat koordinasi Penyakit Hewan Menular (PHM) Provinsi Gorontalo.
Memperhatikan pengarahan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Kasubdin Keswan dan Kesmavet serta pemaparan wakil dari kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo, maupun diskusi yang berkembang pada Rapat Koordinasi Penyakit Hewan Menular (Rakor PHM) yang diikuti oleh peserta dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Gorontalo, dinas yang menangani fungsi Peternakan di Kabupaten/Kota dan instansi terkait (Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo) dirumuskan beberapa hal sebagai berikut :
1. Mengusulkan ke pemerintah pusat (Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan hewan) bahwa Provinsi Gorontalo sebagai daerah bebas Brucellosis. 2. Usulan dana ke pemerintah pusat (Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan) tentang observasi kasus gigitan anjing. 3. Sharing dana antara pemerintah Provinsi dengan Kab/Kota dalam upaya penanggulangan PHM (Vaksin Provinsi, Kab/Kota Operasional. 4. Memperketat pengawasan lalu lintas ternak di perbatasan dengan memasukkan laporan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas/Kepala Bidang. 5. Rekomendasi pengeluaran ternak harus melampirkan surat keterangan sehat dan betina tidak produktif (majir) dari kab/kota yang ditandatangani oleh dokter hewan setempat. 6. Pelaksanaan pengeluaran ternak harus diawasi oleh Provinsi bersama-sama dengan Kabupaten/Kota asal ternak. 7. Meningkatkan koordinasi dengan instansi yang terkait. Selengkapnya.. | | |
Senam Kebugaran 28 Januari 2011 oleh Admin
Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo bersama Stasiun Karantina Ikan Kelas II Gorontalo, mengadakan kegiatan senam dalam rangka peningkatan daya tahan tubuh Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari jum'at pukul 07.00 WITA.|Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo bersama Stasiun Karantina Ikan Kelas II Gorontalo, mengadakan kegiatan senam dalam rangka peningkatan daya tahan tubuh Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari jum'at pukul 07.00 WITA.
Kegiatan ini mendapat sambutan yang antusias dari staf karantina pertanian maupun dari karantina ikan, terlihat dari kehadiran dan semangat para pegawai yang mengikuti senam. Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo menyadari pentingnya kesehatan dan kebugaran, dengan adanya program ini diharapkan para pegawai dapat melaksanakan tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil yang bugar/sehat sehingga dalam pelaksanaan tugasnya dapat memberikan kontribusi yang maksimal bagi bangsa Indonesia. . Selengkapnya.. | | |
TOT Pemantauan Daerah Sebar Penyakit Anjing Gila (Rabies) 28 Januari 2011 oleh Admin
Rabies merupakan penyakit zoonosis yang berdampak sangat luas, baik social maupun ekonomi, oleh karena itu perlu mendapatkan prioritas dalam pengendalian dan pemberantasannya. Penyakit anjing gila (Rabies) dikenal juga sebagai Lyssa, Tollwut, Rage, dan Hydrophobia, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus neurotropik dari genus Lyssavirus, family Rhabdoviridae dan ditularkan melalui gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) terutama anjing, kucing dan kera. Rabies menyerang susunan syaraf pusat yang secara klinis ditandai dengan kelumpuhan yang progresif dan berakhir dengan kematian|Rabies merupakan penyakit zoonosis yang berdampak sangat luas, baik social maupun ekonomi, oleh karena itu perlu mendapatkan prioritas dalam pengendalian dan pemberantasannya. Penyakit anjing gila (Rabies) dikenal juga sebagai Lyssa, Tollwut, Rage, dan Hydrophobia, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus neurotropik dari genus Lyssavirus, family Rhabdoviridae dan ditularkan melalui gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) terutama anjing, kucing dan kera. Rabies menyerang susunan syaraf pusat yang secara klinis ditandai dengan kelumpuhan yang progresif dan berakhir dengan kematian.
Dalam Rangka deteksi terhadap daerah yang bebas, baik bebas historis, maupun bebas vaksinasi serta daerah tertular dan wabah, Karantina Pertanian dalam hal ini Karantina Hewan melakukan kegiatan pemantauan rabies. Pemantauan ini dimaksudkan sebagai langkah awal untuk mengetahui ada tidaknya rabies di suatu wilayah/daerah. Pelaksanaan rabies secara terus menerus selain bertujuan untuk mendeteksi keberadaan rabies, juga di maksudkan untuk mengetahui prevelensinya.
Bertempat di Balai Uji Terap Teknik dan Metoda-Badan Karantina Pertanian-Rawa Banteng, tanggal 20-23 Mei 2010 diselenggarakan TOT Pemantauan Daerah Sebar Penyakit Anjing Gila (Rabies), dengan teknik dan metoda pemantauan berupa: 1. Daerah Bebas Historis Hewan target utama pada pemantauan didaerah bebas historis adalah anjing liar maupun anjing yang di pelihara. Sampling dilakukan di daerah sebar dan di daerah lainnya yang beresiko tinggi dengan metode sampling detect diseases dengan asumsi prevalensi 5% perkabupaten. Sampel yang diambil adalah serum untuk uji serologis dengan ELISA dan otak untuk uji FAT. 2. Daerah Bebas Vaksinasi Hewan target utama pada pemantauan didaerah bebas vaksinasi adalah anjing. Sampel yang diambil adalah serum untuk uji serologis dengan ELISA dan otak untuk uji FAT. 3. Daerah Endemis Sampel pemantauan adalah sampel serum untuk mengukut titer anti bodi protektif dengan uji ELISA. Hewan target utama pada pemantauan didaerah bebas vaksinasi adalah anjing. 4. Daerah Wabah Metode sampling detect diseases, hewan target utama pada pemantauan didaerah bebas vaksinasi adalah anjing. Sampel yang digunakan adalah serum dengan pengujian ELISA.. Selengkapnya.. | | |
TEMU KOORDINASI PEJABAT FUNGSIONAL MEDIK DAN PARAMEDIK VETERINER LINGKUP BARANTAN 2010 28 Januari 2011 oleh Admin
Bertempat di Balai Uji Terap Teknik dan Metoda-Badan Karantina Pertanian-Rawa Banteng, tanggal 05-07 Mei 2010 diselenggarakan Temu Koordinasi Pejabat Fungsional Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner Lingkup Badan Karantina Pertanian Tahun 2010.
Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 70 peserta yang terdiri dari pejabat fungsional MV dan PV yang berasal dari UPT dan Kantor Pusat Barantan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan teknis fungsional jabatan fungsional medik veteriner dan paramedik veteriner,|Bertempat di Balai Uji Terap Teknik dan Metoda-Badan Karantina Pertanian-Rawa Banteng, tanggal 05-07 Mei 2010 diselenggarakan Temu Koordinasi Pejabat Fungsional Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner Lingkup Badan Karantina Pertanian Tahun 2010.
Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 70 peserta yang terdiri dari pejabat fungsional MV dan PV yang berasal dari UPT dan Kantor Pusat Barantan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan teknis fungsional jabatan fungsional medik veteriner dan paramedik veteriner,menyatukan persepsi tentang pemahaman peraturan yang mengatur tentang jabatan fungsional, serta menyatukan tekad dan langkah-langkah operasional pelaksanaan tugas dan fungsi baik teknis maupun administrasi jafung MV dan PV lingkup Barantan.
Acara dibuka secara langsung oleh Kepala Badan Karantina Pertanian (Ir. Hari Priyono, M.Si), dalam sambutannya disampaikan bahwa pejabat fungsional merupakan ujung tombak kegiatan perkarantinaan di exit/entry point. Kegiatan temu koordinasi ini dipandang sangat penting dalam rangka menyatukan persepsi tentang pelaksanaan butir-butir kegiatan fungsional di lapangan, serta merupakan wadah konsultasi dan koordinasi terkait pelaksanaan kegiatan perkarantinaan di lapangan.
Adapun materi kegiatan temu koordinasi ini antara lain : pengembangan jabatan fungsional karantinawan beserta butir-butir kegiatannya, kebijakan teknis karantina hewan, evaluasi pelaksanaan teknis dan administrasi (DUPAK) Pejabat Fungsional MV dan PV lingkup Barantan, dan persiapan penyusunan program aplikasi fungsional karantina hewan. Narasumber dan pembicara acara ini antara lain ; Sekretaris Badan Karantina Pertanian, Kepala Pusat Karantina Hewan, Sekretariat Jabatan Fungsional MV dan PV Barantan, serta Kepala Bidang Informasi Perkarantinaan.
Jabatan Fungsional mulai dikembangkan sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor : 16 tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional PNS, Keputusan Presiden No.87 tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional PNS, serta Menkowasbangpan Nomor 59/Kpts/MK.Waspan/9/1999 tentang Jabatan Fungsional Medik Veteriner dan angka kreditnya, dan Nomor : 60/Kpts/MK.Waspan/9/1999 tentang Jabatan Fungsional Paramedik Veteriner dan angka kreditnya. Keputusan bersama Menteri Pertanian dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1045/Kpts/OT.210/10/1999 dan Nomor 187 tahun 1999 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Medik Veteriner dan angka kreditnya, dan Nomor 1046/Kpts/OT.210/10/1999 dan Nomor 188 tahun 1999 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Paramedik Veteriner dan angka kreditnya.
Seiring dengan perkembangan permasalahan operasional di lapangan, dipandang perlu untuk melakukan evaluasi terhadap pengusulan DUPAK Pejabat Fungsional MV dan PV dengan segala permasalahan dan solusinya, apresiasi tentang kebijakan dan pembinaan teknis perkarantinaan hewan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi jafung MV dan PV, pencerahan dan penyatuan persepsi tentang pengembangan jabatan fungsional karantinawan beserta butir-butir kegiatannya, serta mengapresiasi persiapan program Aplikasi Jabatan Fungsional Karantina Hewan, dimana nantinya dengan adanya program aplikasi ini, para pejabat fungsional akan difasilitasi dalam penyusunan DUPAK beserta pencetakan bukti fisiknya yang akurat dan professional. Temu Koordinasi Pejabat Fungsional Pejabat Fungsional Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner Lingkup Badan Karantina Pertanian yang diselenggarakan pada tanggal 05 sampai dengan 07 Mei 2010 di Rawa Banteng-Cibitung, menghasilkan rumusan yang merupakan .hasil paparan, diskusi serta masukan dari peserta selama acara berlangsung.. Selengkapnya.. | | |
Ekspor Jagung Gorontalo Kembali Bergeliat 28 Januari 2011 oleh Admin
Gorontalo- Setelah mengalami kevakuman hampir enam bulan lamanya, kinerja pemasaran jagung Gorontalo ke luar negeri kembali bergeliat. Buktinya, saat ini di pelabuhan Gorontalo sedang dilakukan pemuatan jagung sebanyak 1.700 ton yang akan dikirim ke Malaysia. Sebelumnya pada awal 2010 lalu Provinsi Gorontalo juga telah mengirim sebanyak 1.800 ton jagung dengan tujuan Philipina. Smementar itu kemarin (30/3), Sekda Provinsi Gorontalo Drs. Idris Rahim, MM melakukan peninjauan proses pengapalan jagung 1.700 ton di Pelabuhan Gorontalo. Sekda Idris Rahim menegaskan, peluang pasar jagung baik ekspor maupun antar pulau masih sangat terbuka lebar. Ini ditandai banyaknya permintaan yang diterima oleh Provinsi Gorontalo baik dari importir maupun dari perusahaan di luar daerah.|Gorontalo- Setelah mengalami kevakuman hampir enam bulan lamanya, kinerja pemasaran jagung Gorontalo ke luar negeri kembali bergeliat. Buktinya, saat ini di pelabuhan Gorontalo sedang dilakukan pemuatan jagung sebanyak 1.700 ton yang akan dikirim ke Malaysia. Sebelumnya pada awal 2010 lalu Provinsi Gorontalo juga telah mengirim sebanyak 1.800 ton jagung dengan tujuan Philipina. Smementar itu kemarin (30/3), Sekda Provinsi Gorontalo Drs. Idris Rahim, MM melakukan peninjauan proses pengapalan jagung 1.700 ton di Pelabuhan Gorontalo. Sekda Idris Rahim menegaskan, peluang pasar jagung baik ekspor maupun antar pulau masih sangat terbuka lebar. Ini ditandai banyaknya permintaan yang diterima oleh Provinsi Gorontalo baik dari importir maupun dari perusahaan di luar daerah.
"Dengan adanya proses pengapalan jagung sebanyak 1.700 ton yang akan dikirim keMalaysia ini membuktikan bahwa peluang pasar jagung Gorontalo masih sangat terbuka lebar", tegas Sekda Idris Rahim.
Menurut Sekda Idris Rahim memang pada tahun 2009 lalu Provinsi Gorontalo mengalami kehilangan 1 (satu) kali musim tanam. Hal ini disebabkan karena kondisi iklim musim kemarau yang berkepanjangan. Kondisi tersebut berpengaruh pada produksi dan kinerja pemasaran jagung, khususnya ekspor jangung Provinsi Gorontalo keluar negeri. "Alhamdulillah pada 2010, ekspor jagung Provinsi Gorontalo mulai menggeliat" ujar Sekda Idris Rahim.
Oleh karena itu Sekda Idris Rahim menghimbau kepada seluruh petani jagung Provinsi Gorontalo agar terus memacu produksi dan produktifitas. "Mari kita buktikan kembali bahwa Gorontalo dengan program Agropolitan merupakan salah satu daerah pengekspor jagung", imbau Sekda Idris Rahim.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Diskopperindag Provinsi Gorontalo Syukri J. Botutihe, "petani tak perlu khawatir menyangkut pemasaran jagung". Pemprov Gorontalo melalui Diskopperindag akan terus mencari peluang peluang pasar untuk komoditi jagung, baik pasar antar pulau maupun ekspor. "Dengan adanya kegiatan ekspor kali ini diharapkan petani dapat memacu dan meningkatkan kembali hasil produksi. Untuk pasar, sampai saat ini masih terbuka lebar', tegas Syukri. Lebih lanjut syukri menjelaskan, selain peluang pasar yang terbuka lsebar harga yang ditawarkan oleh buyer (pembeli) juga sangat kompetitif. Untuk ekspor saat ini harga jagung berada pada kisaran Rp. 2.400,- perkilogram. "Oleh karena itu jangan ragu-ragu untuk menanam jagung", imbau Syukri.
Perwakilan PT Pelayaran Ostem Coporindo Toton mengungkapkan, untuk tahun 2010 ekspor jagung Provinsi Gorontalo menunjukkan kinerja yang cukup menggembirakan. Sejak awal 2010 Gorontalo sudah mengekspor jagung sebanyak 1.800 ton ke Philipina dan saat ini sebanyak 1.700 ton ke Malaysia. "Pada April nanti akan ada lagi pengiriman kurang lebih 2000 ton melalui pelabuhan Kwandang-Gorontalo. Sumber: Gorontalo Post (31/3/2010). Selengkapnya.. | | |
SOSIALISASI RABIES OLEH BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II GORONTALO 28 Januari 2011 oleh Admin
Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo menyadari akan pentingnya pemahaman publik bahwa Rabies adalah penyakit zoonosis yang sangat berbahaya. Oleh karena itu pada tanggal 30 November 2009, bertempat di Gedung Universitas Gorontalo Convention Center, BKP Kelas II Gorontalo telah menyelenggarakan sosialisasi dengan tema Peran Karantina Pertanian dalam Pengendalian Penyakit Rabies|Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo menyadari akan pentingnya pemahaman publik bahwa Rabies adalah penyakit zoonosis yang sangat berbahaya. Oleh karena itu pada tanggal 30 November 2009, bertempat di Gedung Universitas Gorontalo Convention Center, BKP Kelas II Gorontalo telah menyelenggarakan sosialisasi dengan tema Peran Karantina Pertanian dalam Pengendalian Penyakit Rabies. Sosialisasi yang dihadiri oleh kurang lebih 150 peserta, yang terdiri dari mahasiswa, tokoh masyarakat, dinas/instansi terkait (dinas yang membidangi kesehatan hewan dan dinas kesehatan) di wilayah Provinsi Gorontalo, diawali dengan pembacaan laporan oleh ketua panitia pelaksana (drh. Apris Beniawan), dan dilanjutkan dengan pengarahan dan sambutan oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo (drh Amir Hasanuddin, MM), dan kemudian dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gorontalo. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber, yaitu drh. Tony Hartono, M.Kes yang membawakan materi “Kebijakan Karantina Pertanian dalam Penanganan Penyakit Rabies”; dr. Hi. Triyoga Suhadi dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dengan materi “Kasus Rabies pada Manusia dan Langkah-langkah Penanganan terhadap Kasus Gigitan”; serta Ir. Afanto Musa dari Dinas Perkebunan dan Peternakan yang membidangi Kesehatan Hewan dengan materi “Rabies dan Penularannya”. Selesai pemaparan, dilanjutkan dengan diskusi dengan para peserta sosialisasi.. Selengkapnya.. | | |
SOSIALISASI KARANTINA PERTANIAN TENTANG AKSELERASI EKSPOR JAGUNG GORONTALO 28 Januari 2011 oleh Admin
Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo mengadakan Sosialisasi Karantina Pertanian di hotel Quality Gorontalo. Acara ini bertema Peran Strategis Karantina Pertanian dalam Mendukung Akselerasi Ekspor Jagung GorontaloGorontalo mengadakan Sosialisasi Karantina Pertanian di hotel Quality Gorontalo. Acara ini bertema Peran Strategis Karantina Pertanian dalam Mendukung Akselerasi Ekspor Jagung GorontaloGorontalo mengadakan Sosialisasi Karantina Pertanian di hotel Quality Gorontalo. Acara ini bertema Peran Strategis Karantina Pertanian dalam Mendukung Akselerasi Ekspor Jagung GorontaloGorontalo mengadakan Sosialisasi Karantina Pertanian di hotel Quality Gorontalo. Acara ini bertema Peran Strategis Karantina Pertanian dalam Mendukung Akselerasi Ekspor Jagung Gorontalo|Rabu, 18 November 2008, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo mengadakan Sosialisasi Karantina Pertanian di hotel Quality Gorontalo. Acara ini bertema Peran Strategis Karantina Pertanian dalam Mendukung Akselerasi Ekspor Jagung Gorontalo.Acara di buka oleh Gubernur Gorontalo yang diwakili Assisten II Bidang Pembinaan Masyarakat, H. Abubakar Mopangga. Acara dihadiri oleh 150 peserta yang berasal dari instansi dan masyarakat terkait seperti Pengusaha/Eksportir, Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo beserta jajaranny, Instansi terkait lingkup pelabuhan dan bandar udara, Dinas Pertanian lingkup Provinsi Gorontalo, Penyuluh Pertanian, Pengamat Hama dan Penyakit (PHP, Staf Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo, dan Kelompok Tani. Acara Inti yaitu diskusi panel dengan tiga pembica yaitu Prof. Dr. Sylvia Sjam M.Si (Guru Besar di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin) menyampaikan materi Upaya Perlindungan Tanaman dari Serangan Hama dan Penyakit dalam Rangka Peningkatan Produksi Jagung, Ir. Yusuf Hamidun (Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Gorontalo)menyampaikan materi Kebijakan Pemerintah Provinsi Gorontalo Dalam rangka Mendukung Akselerasi Ekspor jagung Gorontalo, Ana Ruhana Salamah, SP. (Koordiantor Jabatan Fungsional Karantina Tumbuhan, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo)menyampaikan materi tentang Kebijakan Karantina Pertanian dalam Mendukung Akselerasi Ekspor Jagung Gorontalo; berjalan lancar dan diikuti dengan antusias oleh peserta.. Selengkapnya.. | | |
SEMINAR PEMANTAUAN DAN UJI COBA PENYAKIT HEWAN KARANTINA DI BALI 28 Januari 2011 oleh Admin
Pusat Karantina Hewan - Badan Karantina Pertanian, pada tanggal 5-7 November 2009 menyelenggarakan Seminar Pemantauan dan Uji Coba Penyakit Hewan Karantina, bertempat di Hotel Puri Ayu, Denpasar-Bali|Dalam rangka meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan karantina hewan serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengawasan lalulintas dan tindakan karantina terhadap media pembawa hama penyakit hewan karantina, Pusat Karantina Hewan - Badan Karantina Pertanian, pada tanggal 5-7 November 2009 menyelenggarakan “Seminar Pemantauan dan Uji Coba Penyakit Hewan Karantina” bertempat di Hotel Puri Ayu, Denpasar-Bali. Seminar dihadiri oleh lebih dari 70 orang undangan berasal dari 51 UPT Barantan, BBUSKP, dan Pusat Karantina Hewan ini dimulai dengan laporan ketua panitia, yang dibawakan oleh drh. Mira Hartati, M.Si (Kepala Bidang Teknik dan Metoda KH). Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa seminar ini akan memaparkan hasil dari pelaksanaan ujicoba karantina hewan yang dilakukan oleh BBUSKP dan BBKP Makassar. Sedangkan untuk pemantauan HPHK adalah Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR) dan Paratuberculosis/Johnne Disease. Acara yang menghadirkan narasumber berasal dari FKH Universitas Gajah Mada, Balai Besar Penelitian Veteriner(Bbalitvet) dan Direktorat Jenderal Peternakan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Karantina Pertanian, Ir. Hari Priyono, M.Si. Beliau sangat apresiatif dengan diadakannya kegiatan pemantauan ini. Diharapkan dengan pemaparan hasil pemantauan dan uji coba ini dapat dijadikan dasar dalam menentukan tindakan karantina di lapangan, karena kegiatan pemantauan merupakan implementasi sistem deteksi dini awal penyakit dan sistem pengendalian penyebaran penyakit hewan terutama penyakit hewan strategis dan penyakit zoonosis. Kepala Badan menekankan bahwa pemantauan merupakan dasar dalam mengatasi risiko penyebaran HPHK melalui media pembawa HPHK yang dilalulintaskan dengan menerapkan sistem dan prosedur pemeriksaan karantina terhadap media pembawa HPHK yang berisiko menyebarkan HPHK. Dengan diketahuinya prevalensi penyakit suatu daerah, maka dapat ditentukan tindakan karantina (8P) dan pengawasan lalulintas MP HPHK yang efektif untuk menghentikan penyebaran penyakit. Menyadari tentang pentingnya peranan Laboratorium sebagai komponen essensial dalam diagnosis dan pemantauan penyakit, maka setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan pemaparan hasil uji coba oleh BBUSKP dan BBKP Makassar yang dipimpin oleh Drh. Kisman A Rasyid, MM. Dan sebagai penutup dari serangkaian kegiatan hari pertama ini dilengkapi dengan pemaparan SIstem Informasi Manajemen Laboratorium Karantina Pertanian yang dibawakan oleh drh. Zainal Abidin (Kabid. Informasi Perkarantinaan). Dimana diharapkan dengan adanya SIMLAB UPT KP ini akan semakin meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan karantina pertanian, terutama dalam menyikapi meningkatnya lalulintas MP HPHK di era perdagangan global saat ini.|||| 1266850835|admin|SEMINAR LOKAL HASIL PEMANTAUAN 2009|Provinsi Gorontalo adalah provinsi yang masih belum pernah dilaporkan terjadi kasus penyakit Paratuberculosis dan Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR) dimana berdampak pada penurunan hasil produksi budidaya hewan/ternak secara kualitas maupun kuantitas bila terjangkit pada ternak.|Provinsi Gorontalo adalah provinsi yang masih belum pernah dilaporkan terjadi kasus penyakit Paratuberculosis dan Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR) dimana berdampak pada penurunan hasil produksi budidaya hewan/ternak secara kualitas maupun kuantitas bila terjangkit pada ternak. Untuk mendukung kelancaran pemantauan daerah sebar HPHK tahun 2009, dimana fokus pemantauan adalah Paratuberculosis (John’n disease) dan Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR), maka BKP Kelas II Gorontalo melakukan pemantauan di satu kota dan lima Kabupaten yang ada di Prov.Gorontalo. Hasil Pemantauan telah diseminarkan di RM. Samudera Indah Gorontalo pada tanggal 03 November 2009, acara seminar dibuka oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo dan di hadiri oleh Instansi-instansi yang membidangi Kesehatan Hewan di seluruh Provinsi Gorontalo.. Selengkapnya.. | | |
JALAN SEHAT DAN PENANAMAN POHON BERSAMA DEPARTEMEN KEUANGAN LINGKUP PROVINSI GORONTALO 28 Januari 2011 oleh Admin
Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo pada hari Minggu tanggal 1 Nopember 2009 mengikuti acara Jalan Sehat dan Penanaman pohon yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Perbendaharaan Negara Gorontalo|Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo pada hari Minggu tanggal 1 Nopember 2009 mengikuti acara Jalan Sehat dan Penanaman pohon yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Perbendaharaan Negara Gorontalo. Acara Penanaman pohon secara simbolis dilakukan di Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo dan Stasiun Karantina Ikan Kelas I Jalaluddin Gorontalo yang dihadiri oleh berbagai Instansi seperti kepala Kanwil Perbendaharaan Negara Gorontalo, Kepala DJP gorontalo, Kepala KPPN Gorontalo, dan Kepala Bea dan Cukai gorontalo. Setelah pelaksanaan penanaman pohon secara simbolis, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh berbagai instansi lainnya seperti instansi perbankan, PT. POS Indonesia, Stasiun Karantina Ikan Kelas I Jalaluddin Gorontalo. Pelaksanaan Jalan Sehat dan Penanaman pohon merupakan wujud kepedulian terhadap perubahan iklim global dan juga sebagai salah satu bentuk Public Awareness.. Selengkapnya.. | | |
BUKA PUASA PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO DENGAN INSTANSI VERTIKAL DI GORONTALO 28 Januari 2011 oleh Admin
Pemerintah Provinsi Gorontalo mengundang instansi vertikal untuk buka bersama, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo salah satu yang diundang untuk turut mengikuti acara tersebut.|Menyambut bulan suci Ramadhan, Pemerintah Provinsi Gorontalo mengundang instansi vertikal, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo salah satu yang diundang untuk turut mengikuti acara tersebut. Acara yang dimaksud adalah buka bersama dalam rangka mempererat tali silaturahmi instansi vertikal dengan pemerintah Provinsi Gorontalo. Dalam sambutannya Wakil Gubernur Gorontalo, mengatakan bahwa acara ini merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk saling mempererat tali silaturahmi, keberhasilan pemerintah provinsi Gorontalo tidak lepas dari keberhasilan instansi vertikal dan kerjasamanya. Pemerintah provinsi berharap kerjasama yang sudah terjalin dengan baik tetap dijaga dan ditingkatkan demi kemajuan Provinsi Gorontalo.. Selengkapnya.. | | |
PEMERIKSAAN SAMPEL BENIH JAGUNG HIBRIDA UNTUK DIKIRIM KE SRILANKA 28 Januari 2011 oleh Admin
Laboratorium Karantina Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo pada tanggal 28 Agsutus 2009 melakukan Pemeriksaan Laboratorium terhadap benih jagung yang akan dikirim ke Srilanka.|Laboratorium Karantina Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo pada tanggal 28 Agsutus 2009 melakukan Pemeriksaan Laboratorium terhadap benih jagung yang akan dikirim ke Srilanka.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan mikologi untuk mengetahui ada tidaknya keberadaan cendawan Peronosclerospora maydis penyebab penyakit bulai. Benih yang diperiksa termasuk dalam varietas hibrida.
Tujuan pengiriman benih ini untuk penelitian/ uji coba penanaman jagung hibrida jenis hibrida N 35 dan Bisi 816 di Srilanka, sehingga volume benih yang dikirim hanya sebanyak 7 kg Pengiriman sampel benih jagung sebagai tindak lanjut dari kunjungan Menteri Pertanian Srilanka ke Provinsi Gorontalo dalam rangka studi banding tentang jagung. ( Ana ). Selengkapnya.. | | |
PEMUSNAHAN TERHADAP 330 DOC AYAM ARAB KAMPUNG 28 Januari 2011 oleh Admin
Pada tanggal 10 Juli 2009, di Bandara Djalaluddin terdapat pemasukan DOC Ayam Arab Kampung sebanyak 1000 ekor,tapi sejumlah 330 ekor (setelah diseleksi) diantaranya mati, sehingga dimusnahkan.|Pada tanggal 10 Juli 2009, di Bandara Djalaluddin terdapat pemasukan DOC Ayam Arab Kampung sebanyak 1000 ekor menggunakan alat angkut pesawat Lion Air dari Surabaya. Dilaporkan kepada petugas karantina dengan dokumen lengkap dan setelah dilakukan pemeriksaan fisik tidak ada indikasi terjangkit HPHK, tapi sejumlah 330 ekor (setelah diseleksi) diantaranya mati dikarenakan kekurangan oksigen. Terhadap 330 ekor DOC tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan, pasal 15 ayat 1 huruf (a) maka dilakukan tindakan pemusnahan.. Selengkapnya.. | | |
WORKSHOP HASIL MONITORING DAN EVALUASI PEMBANGUNAN PETERNAKAN DI PROVINSI GORONTALO 28 Januari 2011 oleh Admin
Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada menyelenggarakan workshop Hasil Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Peternakan Provinsi Gorontalo.|Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada menyelenggarakan workshop Hasil Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Peternakan Provinsi Gorontalo. Kegiatan telah dilaksanakan di Hotel Quality tanggal 29 Oktober 2009. Acara di buka oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Gorontalo Ir. Deny Latama, sekaligus membuka acara tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil monitoring dan evaluasi pembangunan peternakan di Provinsi Gorontalo oleh Prof. Dr. Ir. Triyuwanto,. SU.DA (Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada), dalam penyampaiannya “Indonesia swasembada daging” program sudah dicanangkan sejak 1995, tetapi sampai dengan sekarang belum terwujud dan selalu mundur, oleh karena itu perlu keseriusan dalam mengevaluasi dan monitoring agar tercapai solusi untuk dapat memenuhi program swasembada daging 2014. Setelah pemaparan selesai dilanjutkan dengan diskusi dengan peserta workshop, kemudian ditutup oleh Panitia.. Selengkapnya.. | | |
UJIAN SERTIFIKASI KEAHLIAN PENGADAAN BARANG DAN JASA DEPARTEMEN PERTANIAN 28 Januari 2011 oleh Admin
Sekretariat Jendral Departemen Pertanian telah mengadaan Ujian Sertifikasi Keahlian Pengadaan Barang/Jasa di Quality Hotel Gorontalo, tanggal 5-7 Oktober 2009.|Sesuai Keputusan Presiden No. 80 Tahun 2003 pasal 52 ayat (1) Jo Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2007, bahwa mulai tahun 2009 diberlakukan ketentuan persyaratan sertifikasi keahlian pengadaan barang/jasa bagi setiap Pejabat Pembuat Komitmen dan Panitia/Pejabat Pengadaan Barang/Jasa. Dalam upaya memenuhi parsyaratan tersebut, Sekretariat Jendral Departemen Pertanian telah mengadaan Ujian Sertifikasi Keahlian Pengadaan Barang/Jasa di Quality Hotel Gorontalo, tanggal 5-7 Oktober 2009. Kegiatan tersebut dibuka oleh Ir. Retno Indah, WBH. MM (Kapala Bagian Keuangan dan Perlengkapan) dan Bapak Nur Hasan S.Sos (Kapala Sub Bagian Perlengkapan) selaku ketua kegiatan. Ujian ini mengundang peserta sejumlah 100 orang dari 46 satuan kerja lingkup Departemen Pertanian. Dalam kegiatan tersebut, hari pertama dan kedua diisi dengan pemberian materi dan diskusi oleh Ir. Kristanto, M.Eng (narasumber dari Departemen PU) dan Ir. M. Nur Arifin (narasumber dari LKPP), ujian/test dilakukan pada hari ke tiga.. Selengkapnya.. | | |
PEMERIKSAAN LABORATORIUM TERHADAP BUNGKIL KELAPA YANG AKAN DIKIRIM KE INDIA 28 Januari 2011 oleh Admin
Laboratorium Karantina Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo kembali melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap bungkil kelapa yang akan dikirim ke India|Laboratorium Karantina Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo kembali melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap bungkil kelapa yang akan dikirim ke India. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan entomologi untuk mendeteksi adanya Trogoderma granarium. Dalam pemeriksaan ini ditemukan OPT Tribolium castaneum dan Lasioderma serricorne, sehingga komoditas yang bersangkutan harus mendapat perlakuan berupa fumigasi. Dalam kegiatan ini bungkil kelapa yang akan dikirim sebanyak 4.700.000 kg dengan tujuan pengiriman untuk bahan baku pembuatan pakan ternak.. Selengkapnya.. | | |
BUKA PUASA BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II GORONTALO 28 Januari 2011 oleh Admin
Untuk mempererat tali silaturahmi antar staff/pegawai, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo mengadakan acara buka bersama di Cafe Sera Gorontalo|Dalam rangka untuk mempererat tali silaturahmi antar staff/pegawai, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo mengadakan acara buka bersama di Cafe Sera Gorontalo. Acara di hadiri oleh seluruh staff/pegawai BKP Kelas II Gorontalo, dalam acara buka bersama yang bersifat kekeluargaan ini drh. Amir Hasanuddin selaku Kepala Balai memberi sambutan tentang peran penting silaturahmi antar pegawai dan hikmah dari bulan Ramadhan. Setelah melakukan buka bersama, Kepala Balai dan staff/pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo langsung melaksanakan salat Magrib. Kemudian, acara dilanjutkan pulang ke masing-masing rumah untuk menjalankan Shalat Tarawih.. Selengkapnya.. | | |
PERINGATAN BULAN BHAKTI KARANTINA PERTANIAN DI BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II GORONTALO 28 Januari 2011 oleh Admin
Dalam rangka Bulan Bakti Karantina Pertanian Tahun 2009, BKP Kelas II Gorontalo mengadakan serangkaian kegiatan untuk memeriahkan Acara tersebut diantaranya :. Selengkapnya.. | | |
WILAYAH KERJA 23 Januari 2011 oleh Admin
Wilayah Kerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo meliputi:. Selengkapnya.. | | |
STRUKTUR ORGANISASI 23 Januari 2011 oleh Admin
Kepala Balai. Selengkapnya.. | | |
SUMBER DAYA MANUSIA 22 Januari 2011 oleh Admin
Data Pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo. Selengkapnya.. | | |
VISI dan MISI 22 Januari 2011 oleh Admin
VISI. Selengkapnya.. | | |
SEJARAH BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II GORONTALO 22 Januari 2011 oleh Admin
G o r o n t a l o merupakan sebuah provinsi baru dengan 1 kotamadya (Kota Goron talo) dan 4 kabupaten, yaitu Kabupaten Boalemo, Bone Bolango, Gorontalo Utara dan Pohuwato. Sebelumnya, Gorontalo merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Utara. Provinsi ini dibentuk berdasarkan UndangUndang No. 38/2000 tertanggal 22 Desember 2000. Dengan luas wilayah mencapai 12.215 km2, Provinsi Gorontalo terletak di bagian utara Pulau Sulawesi, tepatnya di sebelah barat Provinsi Sulawesi Utara. Meski masih berusia belia, Provinsi Gorontalo memiliki potensi yang luar biasa besar di bidang pertanian. Potensi ini harus dilindungi dari ancaman kerusakan yang diakibatkan oleh serangan hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) baik yang terintroduksi dari luar negeri maupun yang berasal dari penyebaran lebih lanjut di dalam negeri.. Selengkapnya.. | | |
KONTAK WEBSITE 20 Januari 2011 oleh Admin
Pelindung ( Kepala Balai Karantina Pertanian ). Selengkapnya.. | | | |