Kontak Kami

Telp: 0435 827653

Fax: 0435 821609

SMSCentre: 0823 4408 4220

Email: bkpgorontalo@yahoo.com

bkpgorontalo@gmail.com

Alamat:

Jln ex Raden Saleh, No 21, Kota Gorontalo, Prov. Gorontalo

Pengaduan Masyarakat

pm.jpg

Jika pelayanan kami kurang memuaskan, sampaikan keluhan Anda di Link:

Pengaduan Masyarakat

Statistic

Date : 20 Dec 2014
Time : 18:37
Hit : 5.303
Admin : 5
Server : Linux x86_64

TEMU KOORDINASI PEJABAT FUNGSIONAL MEDIK DAN PARAMEDIK VETERINER LINGKUP BARANTAN 2010

2012-02-13   Admin   Main Menu

Bertempat di Balai Uji Terap Teknik dan Metoda-Badan Karantina Pertanian-Rawa Banteng, tanggal 05-07 Mei 2010 diselenggarakan Temu Koordinasi Pejabat Fungsional Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner Lingkup Badan Karantina Pertanian Tahun 2010.

Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 70 peserta yang terdiri dari pejabat fungsional MV dan PV yang berasal dari UPT dan Kantor Pusat Barantan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan teknis fungsional jabatan fungsional medik veteriner dan paramedik veteriner,|Bertempat di Balai Uji Terap Teknik dan Metoda-Badan Karantina Pertanian-Rawa Banteng, tanggal 05-07 Mei 2010 diselenggarakan Temu Koordinasi Pejabat Fungsional Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner Lingkup Badan Karantina Pertanian Tahun 2010.

Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 70 peserta yang terdiri dari pejabat fungsional MV dan PV yang berasal dari UPT dan Kantor Pusat Barantan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan teknis fungsional jabatan fungsional medik veteriner dan paramedik veteriner,menyatukan persepsi tentang pemahaman peraturan yang mengatur tentang jabatan fungsional, serta menyatukan tekad dan langkah-langkah operasional pelaksanaan tugas dan fungsi baik teknis maupun administrasi jafung MV dan PV lingkup Barantan.

Acara dibuka secara langsung oleh Kepala Badan Karantina Pertanian (Ir. Hari Priyono, M.Si), dalam sambutannya disampaikan bahwa pejabat fungsional merupakan ujung tombak kegiatan perkarantinaan di exit/entry point. Kegiatan temu koordinasi ini dipandang sangat penting dalam rangka menyatukan persepsi tentang pelaksanaan butir-butir kegiatan fungsional di lapangan, serta merupakan wadah konsultasi dan koordinasi terkait pelaksanaan kegiatan perkarantinaan di lapangan.

Adapun materi kegiatan temu koordinasi ini antara lain : pengembangan jabatan fungsional karantinawan beserta butir-butir kegiatannya, kebijakan teknis karantina hewan, evaluasi pelaksanaan teknis dan administrasi (DUPAK) Pejabat Fungsional MV dan PV lingkup Barantan, dan persiapan penyusunan program aplikasi fungsional karantina hewan. Narasumber dan pembicara acara ini antara lain ; Sekretaris Badan Karantina Pertanian, Kepala Pusat Karantina Hewan, Sekretariat Jabatan Fungsional MV dan PV Barantan, serta Kepala Bidang Informasi Perkarantinaan.

Jabatan Fungsional mulai dikembangkan sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor : 16 tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional PNS, Keputusan Presiden No.87 tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional PNS, serta Menkowasbangpan Nomor 59/Kpts/MK.Waspan/9/1999 tentang Jabatan Fungsional Medik Veteriner dan angka kreditnya, dan Nomor : 60/Kpts/MK.Waspan/9/1999 tentang Jabatan Fungsional Paramedik Veteriner dan angka kreditnya. Keputusan bersama Menteri Pertanian dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1045/Kpts/OT.210/10/1999 dan Nomor 187 tahun 1999 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Medik Veteriner dan angka kreditnya, dan Nomor 1046/Kpts/OT.210/10/1999 dan Nomor 188 tahun 1999 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Paramedik Veteriner dan angka kreditnya.

Seiring dengan perkembangan permasalahan operasional di lapangan, dipandang perlu untuk melakukan evaluasi terhadap pengusulan DUPAK Pejabat Fungsional MV dan PV dengan segala permasalahan dan solusinya, apresiasi tentang kebijakan dan pembinaan teknis perkarantinaan hewan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi jafung MV dan PV, pencerahan dan penyatuan persepsi tentang pengembangan jabatan fungsional karantinawan beserta butir-butir kegiatannya, serta mengapresiasi persiapan program Aplikasi Jabatan Fungsional Karantina Hewan, dimana nantinya dengan adanya program aplikasi ini, para pejabat fungsional akan difasilitasi dalam penyusunan DUPAK beserta pencetakan bukti fisiknya yang akurat dan professional. Temu Koordinasi Pejabat Fungsional Pejabat Fungsional Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner Lingkup Badan Karantina Pertanian yang diselenggarakan pada tanggal 05 sampai dengan 07 Mei 2010 di Rawa Banteng-Cibitung, menghasilkan rumusan yang merupakan .hasil paparan, diskusi serta masukan dari peserta selama acara berlangsung.

Workshop Aplikasi Pemetaan Penyakit Karantina Dalam Lingkup Kegiatan Antar Area dengan Teknologi Digital|Dalam mengantisipasi penyebaran Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) di wilayah Republik Indonesia, perlu adanya pemetaan HPHK yang disusun secara komprehensif dan informatif bagi petugas karantina hewan.

Badan Karantina Pertanian, dalam hal ini Pusat Karantina Hewan mengadakan kegiatan "Workshop Aplikasi Pemetaan Penyakit Karantina Dalam Lingkup Kegiatan Antar Area dengan Teknologi Digital",|Dalam mengantisipasi penyebaran Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) di wilayah Republik Indonesia, perlu adanya pemetaan HPHK yang disusun secara komprehensif dan informatif bagi petugas karantina hewan.

Badan Karantina Pertanian, dalam hal ini Pusat Karantina Hewan mengadakan kegiatan "Workshop Aplikasi Pemetaan Penyakit Karantina Dalam Lingkup Kegiatan Antar Area dengan Teknologi Digital", yang diselenggarakan di Rawa Banteng pada tanggal 7-9 Apil 2010 dihadiri oleh seluruh UPT Karantina Pertanian dengan dukungan narasumber yang berkompeten dalam bidang pemetaan berbasis Geographic Information System (GIS) yang berasal dari Badan Karantina Pertanian, Direktorat Jenderal Peternakan, IPB dan CIVAS untuk memberikan pengetahuan dasar dan lanjutan bagi para peserta kegiatan.

Memperhatikan arahan Kepala Badan Karantina Pertanian, presentasi para narasumber dan pembahasan dalam diskusi yang berkembang dihasilkan rumusan Workshop Aplikasi Pemetaan Hama Penyakit Hewan Karantina Dengan Teknologi Pemetaan Digital dalam rangka penyiapan kerangka konsep kebijakan pemetaan HPHK berbasis GIS sebagai berikut:

1. Tantangan terbesar di masa depan dalam perkarantinaan adalah mempertahankan status bebas HPHK di beberapa wilayah kerja Badan Karantina Pertanian dan mencegah penyebaran HPHK antar wilayah dalam Indonesia. Tindakan karantina yang dilakukan petugas karantina hewan di masa mendatang tidak hanya akan bertumpu pada pendekatan administratif dan pendekatan teknis kedokteran hewan, namun pula dengan penggunaan analisa resiko dan kaidah epidemiologi (epidemiologi spasial). 2. Pemetaan HPHK berbasis GIS yang akan disiapkan Badan Karantina Pertanian adalah peta yang akan bersifat spesifik terhadap kebutuhan pelaksanaan tindakan karantina, antara lain dapat dipergunakan sebagai bahan informasi evaluasi pelaksanaan lalu lintas media pembawa, Titik untuk mengendalikan penyakit baru masuk ke Indonesia/ surveilans, Strategi penggunaan zoning dan kompartemenisasi untuk importasi media pembawa, Kesiapsiagaan darurat wabah dalam rangka kawasan karantina, Penentuan tempat pelaksanaan tindakan karantina, Mengkaji pengaruh factor lingkungan terhadap kejadian penyakit, Analisis spasial pola kepadatan populasi terhadap kejadian penyakit (bagi pelaksanaan pemantauan), Alokasi geografis sumberdaya veteriner, serta Analisis beban kerja wilayah kerja karantina. 3. Data yang akan dipergunakan dalam pemetaan HPHK berbasis GIS adalah berasal dari data spasial geografis dan data non spasial, berupa data pemantauan HPHK, data lalu lintas media pembawa, database HPHK, serta data surveilans/investigasi penyakit yang telah dilaksanakan Dirjen Peternakan yang secara detil akan dirinci dalam rapat penyusunan pemetaan HPHK berikutnya. 4. Jenis peta yang relevan dan dapat dipergunakan bagi konsep penyiapan pemetaan HPHK antara lain peta Geo spasial. Penggunaan jenis peta ini akan diperdalam dan diperkaya pengkajiannya dalam pertemuan persiapan berikutnya. 5. Pemetaan HPHK berbasis GIS yang akan dipersiapkan Badan Karantina Pertanian diharapkan dapat sinkron dengan peta serupa yang dimiliki Dirjen Peternakan, serta dapat terintegrasi nantinya dengan SIKHNAS dalam kerangka Sistem Kesehatan Hewan Nasional secara luas.

Pencarian

Tools

ain.png

 

dp.jpg

 

web-management-icon.jpg

Panca Prasetya Korpri

Kami Anggota Korps Pegawai Republik Indonesia adalah insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjanji :

  1. Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  2. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara.
  3. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  4. Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia.
  5. Menegakkan kejujuran, keadilan dan disiplin serta meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.

Copyright

Balai Karantina Pertanian
Kelas II Gorontalo
@2014